Eclipse
10-16-2008, 12:14 PM
Seringkali kita menemukan sebuah situs web yang menurut kita jelek, namun ternyata penggunanya banyak dan loyal. Tak jarang pula kita menemukan situs web yang OK punya, desainnya bagus banget menurut kita, namun tidak banyak yang berkunjung — apalagi menjadi loyal visitor, atau bahkan online buyer. Mengapa hal semacam itu bisa terjadi? Salah satunya: karena kita seringkali tidak bisa membedakan apa yang bagus atau jelek pada sebuah website karena penilaian kita hanya terfokus pada desain grafis.
Banyak orang mengganggap, desain web adalah desain grafis. Keindahan, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan artistiklah yang menjadi penilaian utama. Jadi, yang menentukan bagus tidaknya sebuah web adalah mata. Apakah informasi yang diterima mata kita — kemudian disalurkan ke otak dan diolah — memberikan kesan indah atau tidak pada sebuah situs web. Celakanya, mata satu orang beda dengan mata orang lain dalam hal keindahan. Jika anda bekerja sebagai web designer — atau bidang art lainnya –, mungkin sudah kenyang dengan celaan kok desain yang kita buat buruk di mata klien A namun bagus dimata klien B dan C.
Lantaran desain grafis boleh dibilang mengandalkan mata (dan selera) untuk dinilai bagus atau tidak, maka desain grafis itu lebih berfungsi untuk “dilihat dan dibaca”.
Sebaliknya, desain web lebih luas dari itu. Desain web bukan sekadar “dilihat dan dibaca”. Tetapi “dilihat, dibaca dan DIGUNAKAN”
Itu sebabnya, bagus tidaknya sebuah desain web tidak boleh hanya diukur dari sisi grafis (mata), tetapi juga kemudahan penggunaanya. Bukan berarti desain grafis untuk sebuah web bisa diabaikan. Tetap saja perlu, apalagi kalau itu menyangkut citra perusahaan atau produk. Namun, karena desain web itu fungsinya untuk “digunakan”, jangan sekali-sekali mengabaikan faktor “mudah digunakan”.
Maka, jika anda seorang marketing/product manager ataupun jabatan eksekutif lain sebuah perusahaan yang bertanggungjawab terhadap strategi online, pahami betul perbedaan ini.
Dan jika ada seorang web designer, web consultant, dan profesi sejenisnya: belajarlah banyak mengenai online usability, online architecture information, dan ilmu-ilmu lain yang memperkaya pengetahuan untuk membuat web yang mudah digunakan.
Dari yang gw dapat simpulkan (jadi menurut pendapat pribadi), sebenarnya web design itu merupakan suatu gabungan kental antara seni, teknologi, kegunaan dan penyajian informasi.
Seni: berhubungan erat dengan cita rasa dan keindahan.
Teknologi: seni yang diusung pada website tersebut tidak juga indah di mata, namun juga harus dapat diadaptasi dengan baik oleh teknologi.
Contoh: untuk mempercepat waktu loading, maka itu background yang dipakai adalah pattern yang dibentuk sedemikian rupa sehingga indah dalam pengulangannya.
Contoh 2: untuk dapat indah di semua resolusi, maka itu teknologi-nya membuat seni itu dimungkinkan untuk dibuat tipe “fluid” atau konten di-tengah dan pengulangan background di belakang-nya.
dst.
Kegunaan (usability): apabila tarian antara seni dan teknologi sudah indah dan memukau, website tersebut tentunya sayang apabila sulit digunakan dan “ditebak” elemen-elemennya. Contoh: navigasi-nya sulit dicari dan letak-nya pun berubah-ubah di setiap halaman-nya sehingga memusingkan para pengunjung.
Teknik penyajian informasi: Setelah adukan antara seni, teknologi dan kegunaan sudah sempurna, ternyata masih ada yang kurang yaitu teknik cara menyajikan informasi kepada para pembaca.
Contoh: membaca di layar berbeda dengan membaca di surat kabar / majalah. Statistik menunjukan bahwa pembaca sebenarnya “scaning selewatnya (dengan pola huruf F)” dan amat memerlukan patokan-patokan kesimpulan untuk dapat dimengerti pembaca kalau bagian-bagian tertentu itu yang dia gemari.
Web Design = User Interface Design + Graphic Design
UI Design, biasanya lulusan Psikologi, meskipun tidak menutup kemungkinan mereka lulusan arsitek, librarian, atau disiplin ilmu lainnya (bidang antarmuka manusia dan komputer)
Graphic Design, biasanya lulusan desain grafis.
UI Design = Sebuah ilmu yang sulit untuk diperlajari karena harus mengkombinasikan antara Design, Technology & Psycologhy… ( Hail to UI Design )
Banyak orang menganggap seorang graphic designer juga merupakan web designer. Tapi kenyataan, untuk menjadi web designer yang handal, harus mengerti ttg tekonologi yg digunakan (HTML, CSS).
Demikian sebaliknya para programmer yang tidak punya background design, web-nya mungkin berfungsi 100%, tapi tidak ada unsur seni atau artistik. Akhirnya pengunjungnya lewat begitu saja.
Diambil dari virtual.co.id. Silahkan kl ingin kasih komentar... :D
Banyak orang mengganggap, desain web adalah desain grafis. Keindahan, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan artistiklah yang menjadi penilaian utama. Jadi, yang menentukan bagus tidaknya sebuah web adalah mata. Apakah informasi yang diterima mata kita — kemudian disalurkan ke otak dan diolah — memberikan kesan indah atau tidak pada sebuah situs web. Celakanya, mata satu orang beda dengan mata orang lain dalam hal keindahan. Jika anda bekerja sebagai web designer — atau bidang art lainnya –, mungkin sudah kenyang dengan celaan kok desain yang kita buat buruk di mata klien A namun bagus dimata klien B dan C.
Lantaran desain grafis boleh dibilang mengandalkan mata (dan selera) untuk dinilai bagus atau tidak, maka desain grafis itu lebih berfungsi untuk “dilihat dan dibaca”.
Sebaliknya, desain web lebih luas dari itu. Desain web bukan sekadar “dilihat dan dibaca”. Tetapi “dilihat, dibaca dan DIGUNAKAN”
Itu sebabnya, bagus tidaknya sebuah desain web tidak boleh hanya diukur dari sisi grafis (mata), tetapi juga kemudahan penggunaanya. Bukan berarti desain grafis untuk sebuah web bisa diabaikan. Tetap saja perlu, apalagi kalau itu menyangkut citra perusahaan atau produk. Namun, karena desain web itu fungsinya untuk “digunakan”, jangan sekali-sekali mengabaikan faktor “mudah digunakan”.
Maka, jika anda seorang marketing/product manager ataupun jabatan eksekutif lain sebuah perusahaan yang bertanggungjawab terhadap strategi online, pahami betul perbedaan ini.
Dan jika ada seorang web designer, web consultant, dan profesi sejenisnya: belajarlah banyak mengenai online usability, online architecture information, dan ilmu-ilmu lain yang memperkaya pengetahuan untuk membuat web yang mudah digunakan.
Dari yang gw dapat simpulkan (jadi menurut pendapat pribadi), sebenarnya web design itu merupakan suatu gabungan kental antara seni, teknologi, kegunaan dan penyajian informasi.
Seni: berhubungan erat dengan cita rasa dan keindahan.
Teknologi: seni yang diusung pada website tersebut tidak juga indah di mata, namun juga harus dapat diadaptasi dengan baik oleh teknologi.
Contoh: untuk mempercepat waktu loading, maka itu background yang dipakai adalah pattern yang dibentuk sedemikian rupa sehingga indah dalam pengulangannya.
Contoh 2: untuk dapat indah di semua resolusi, maka itu teknologi-nya membuat seni itu dimungkinkan untuk dibuat tipe “fluid” atau konten di-tengah dan pengulangan background di belakang-nya.
dst.
Kegunaan (usability): apabila tarian antara seni dan teknologi sudah indah dan memukau, website tersebut tentunya sayang apabila sulit digunakan dan “ditebak” elemen-elemennya. Contoh: navigasi-nya sulit dicari dan letak-nya pun berubah-ubah di setiap halaman-nya sehingga memusingkan para pengunjung.
Teknik penyajian informasi: Setelah adukan antara seni, teknologi dan kegunaan sudah sempurna, ternyata masih ada yang kurang yaitu teknik cara menyajikan informasi kepada para pembaca.
Contoh: membaca di layar berbeda dengan membaca di surat kabar / majalah. Statistik menunjukan bahwa pembaca sebenarnya “scaning selewatnya (dengan pola huruf F)” dan amat memerlukan patokan-patokan kesimpulan untuk dapat dimengerti pembaca kalau bagian-bagian tertentu itu yang dia gemari.
Web Design = User Interface Design + Graphic Design
UI Design, biasanya lulusan Psikologi, meskipun tidak menutup kemungkinan mereka lulusan arsitek, librarian, atau disiplin ilmu lainnya (bidang antarmuka manusia dan komputer)
Graphic Design, biasanya lulusan desain grafis.
UI Design = Sebuah ilmu yang sulit untuk diperlajari karena harus mengkombinasikan antara Design, Technology & Psycologhy… ( Hail to UI Design )
Banyak orang menganggap seorang graphic designer juga merupakan web designer. Tapi kenyataan, untuk menjadi web designer yang handal, harus mengerti ttg tekonologi yg digunakan (HTML, CSS).
Demikian sebaliknya para programmer yang tidak punya background design, web-nya mungkin berfungsi 100%, tapi tidak ada unsur seni atau artistik. Akhirnya pengunjungnya lewat begitu saja.
Diambil dari virtual.co.id. Silahkan kl ingin kasih komentar... :D